Anak Anda Mimisan? Jangan Panik Dulu

294 View
Anak Anda Mimisan? Jangan Panik Dulu

Mimisan adalah pendarahan yang terjadi dari hidung. Darah dapat keluar dari salah satu atau kedua lubang hidung dengan durasi yang berbeda-beda. Ada yang mengalaminya hanya selama beberapa detik dan ada yang lebih dari lima menit. Mimisan juga dapat terjadi saat sedang tidur. Ada beberapa kelompok orang yang memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami mimisan, yaitu anak-anak, lansia, ibu hamil, orang yang sering menggunakan aspirin dan obat antikoagulan, serta pengidap kelainan darah, seperti hemofilia.

Saat anak tiba-tiba mengeluarkan darah pada hidungnya, hal ini tentu akan mengejutkan para orang tua. Terlepas dari mimisan pada anak yang mengeluarkan banyak darah pada hidung, kita mungkin pernah bertanya-tanya bagaimana mimisan bisa terjadi.

Mimisan juga dikenal dengan istilah medis epistaksis, kondisi ini terjadi ketika seseorang kehilangan darah dari jaringan di hidung. Bagian depan hidung mengandung banyak pembuluh darah yang rapuh dan mudah rusak. Kebanyakan mimisan pada anak-anak terjadi di area hidung ini, dekat lubang hidung. Mungkin mimisan pada anak bisa terlihat menakutkan, tetapi biasanya hal ini normal terjadi pada anak-anak berusia 3 hingga 10 tahun dan sebagian besar tidak menunjukkan adanya kondisi serius yang terjadi.

Penyebab Mimisan pada Anak

Penyebab paling umum mimisan pada anak-anak adalah iritasi yang disebabkan karena flu biasa, alergi, atau udara yang benar-benar kering,” kata Barbara Frankowski, profesor pediatri di University of Vermont College of Medicine, sekaligus dokter anak di Vermont Children’s Hospital di Burlington.

Iklim yang kering misalnya, akan mengiritasi dan mengeringkan membran atau selaput hidung, yang kemudian menyebabkan kerak yang gatal. Ketika terjadi iritasi pada hidung dan terasa gatal, tentu anak akan menggaruk atau memencet hidung yang bisa membuat pembuluh darah rentan mengalami perdarahan.

Hal ini merupakan penyebab kedua terbesar terjadinya mimisan pada anak. Pilek biasa juga bisa mengiritasi lapisan hidung, dengan perdarahan beberapa kali membersihkan hidung.

Meski terlihat aman dan tidak menimbulkan efek samping, meniup hidung terlalu keras juga dapat menyebabkan perdarahan, tetapi kebanyakan tidak menyebabkan masalah yang serius. Namun, jika anak memiliki cedera pada wajah yang menyebabkan hidung berdarah dan Moms tidak dapat menghentikan pendarahan setelah 10 menit, segera bawa anak ke dokter.

Infeksi bakteri juga bisa menjadi salah satu penyebab mimisan pada anak. Infeksi ini menyebabkan daerah hidung sakit, berwarna kemerahan, dan berkerak di kulit tepat di dalam hidung dan di depan lubang hidung. Infeksi ini dapat menyebabkan mimisan juga Dalam kasus yang jarang terjadi, mimisan pada anak bisa disebabkan oleh masalah yang berkaitan dengan pembekuan darah atau pembuluh darah abnormal.

Cara Mencegah Mimisan pada Anak

Meski mimisan disebabkan karena beberapa masalah seperti iklim yang terlalu kering atau alergi yang dialami oleh Si Kecil, kita tetap bisa mencegah mimisan yang terjadi pada anak.

– Jaga Hidung Anak Tetap Lembap

Untuk menjaga hidung Si Kecil tetap lembap di udara yang dingin, kita bisa melakukannya dengan memasukkan sedikit petroleum jelly ke dalam lubang hidung anak sesuai kebutuhan. Bisa juga dengan menggunakan semprotan saline (air asin). Jangan memasukkan benda lain ke dalam hidung anak kecuali dokter menganjurkan dan menyatakan bahwa benda tersebut aman.

Jangan gunakan pelumas berbahan dasar minyak jika anak menggunakan terapi oksigen, karena bisa menyebabkannya jadi mudah terbakar. Jangan membuang ingus terlalu kencang. Jika harus bersin, buka mulut agar udara keluar dari mulut dan tidak melalui hidung.

– Pelembap ruangan

Gunakan pelembap kabut dingin atau vaporizer untuk meningkatkan kelembapan udara di rumah kita. Ini akan membantu hidung anak menjadi tetap lembap dan tidak mudah mengalami iritasi.

– Tidak Meniup Hidung Terlalu Keras

Ingatkan anak untuk tidak mengambil atau meniup hidung terlalu keras, baik ketika sedang flu maupun saat akan membersihkan hidung. Jagalah agar kuku anak dipotong pendek untuk mengurangi trauma akibat menggaruk hidung. Ingatkan Si Kecil untuk berusaha tidak bersin terlalu keras. Meniup hidung terlalu keras atau bersin dapat menyebabkan perdarahan terjadi kembali.

Pertolongan Pertama Mimisan pada Anak

Jika mimisan pada anak sering terjadi, pastikan hal pertama yang dilakukan adalah menjaga agar lapisan hidung Si Kecil tetap lembap. Moms bisa melakukannya dengan:

  • Selalu memasang pelembap ruangan, terutama ketika cuaca sedang kering dan panas.
  • Semprotan hidung yang disemprotkan ke lubang hidung beberapa kali sehari
  • Gosokkan emolien seperti Vaseline atau lanolin di dalam lubang hidung anak, kita bisa gunakan cotton bud atau dengan jari tangan.
  • Menggunakan vaporizer di kamar tidur anak untuk menambah kelembapan udara
  • Menjaga agar kuku anak selalu dipangkas dan pendek untuk mengurangi goresan dan iritasi karena menggaruk hidung yang gatal.
  • Jika terjadi perdarahan ulang, coba bersihkan hidung dari gumpalan darah dengan mengendus secara paksa. Obat sementara seperti semprotan dekongestan hidung, misalnya, Afrin atau Neo-Synephrine dapat membantu. Jenis semprotan ini menyempitkan pembuluh darah.

Mimisan pada anak memang tidak terlalu mengkhawatirkan. Namun kita harus tetap mencari tahu penyebabnya.