Ketahui Bahaya Nitrogen Cair Untuk Makanan

3 View
Ketahui Bahaya Nitrogen Cair Untuk Makanan

Pemakaian nitrogen cair untuk makanan mungkin bukanlah hal baru dalam dunia kuliner. Akan tetapi, penggunaannya bukan serta-merta tanpa risiko. 

Baru-baru ini, Kementerian Kesehatan RI meminta masyarakat waspada akan kejadian luar biasa kasus keracunan nitrogen cair di daerah Jawa Barat. Kasus keracunan ini terjadi akibat konsumsi “Chiki Berasap Nitrogen (Chiki Ngebul)”.

Jadi, apa sebenarnya kegunaan nitrogen cair dalam makanan? Bahaya apa yang mungkin muncul dari mengonsumsinya? Simak selengkapnya dalam artikel berikut ini. 

Fungsi nitrogen cair dalam makanan

Nitrogen cair adalah senyawa nitrogen yang direduksi menjadi bentuk cair.

Biasanya, nitrogen cair digunakan untuk melakukan prosedur medis, seperti cryosurgery, eksperimen sains, pengawet produk makanan yang akan diangkut, atau pendingin peralatan.

Akan tetapi, kini nitrogen cair juga telah digunakan dalam proses pembuatan makanan.

Tak hanya jajanan pinggir jalan, ada pula restoran yang menggunakan nitrogen cair untuk membuat makanan.

Ini menjadi daya tarik karena makanan jadi lebih unik dan menarik, karena mengeluarkan asap dingin yang mengepul.

Caranya, dengan memasukkan setetes kecil nitrogen cair ke dalam makanan atau minuman untuk menghasilkan uap. Seperti “Napas Naga”, “Nitro Puff”, “Nitrogen Ice Cream”, serta “Es Chiki Ngebul”.

Bahaya nitrogen cair untuk makanan

Sebenarnya, nitrogen cair boleh digunakan untuk makanan selama mengikuti ketentuan jumlah yang telah ditetapkan. Meski demikian, penggunaan nitrogen cair dalam makanan ini bisa jadi berbahaya jika suhunya sangat rendah.

Uap dan rasa dingin yang tidak terukur justru dapat menimbulkan efek terbakar. Ini bisa menyebabkan luka bakar serius pada kulit atau organ dalam.

Dalam studi Clinical Endoscopy, konsumsi nitrogen cair bisa berakibat fatal. Sebab, nitrogen cair dapat menyebabkan cedera saluran pencernaan (gastrointestinal). Kemungkinan, penyebab utama luka pada saluran pencernaan adalah perubahan tekanan udara secara mendadak.

Studi tersebut berdasarkan kasus anak laki-laki berusia 13 tahun mengalami robek (perforasi) pada lambung setelah mengonsumsi makanan ringan yang mengandung nitrogen cair. Ia memperlihatkan gejala sakit perut parah disertai sesak napas. 

Bahkan, menghirup nitrogen cair dapat menyebabkan kesulitan bernapas karena paru-paru berjuang melawan dingin. Penderita asma perlu berhati-hati karena bisa memicu serangan.

Faktanya, nitrogen cair harus diuapkan sepenuhnya dalam makanan atau minuman sebelum dikonsumsi. Artinya, uap harus seluruhnya hilang dulu sebelum makanan masuk ke mulut.

Jika tidak, ini berisiko membuat mulut, kerongkongan, dan saluran udara terbakar parah. Tak hanya itu saja, organ dalam juga bisa berlubang hingga fatal.

Sebaiknya, berhati-hatilah saat mengonsumsi makanan yang belum jelas keamanannya. Hal ini bisa meningkatkan risiko masalah kesehatan lainnya.