Waspada Akan Bahaya Karbon Monoksida Bagi Kesehatan

9 View
Waspada Akan Bahaya Karbon Monoksida Bagi Kesehatan

Karbon monoksida (CO) merupakan gas yang bersifat beracun dan membahayakan bagi kesehatan. Karbon monoksida tidak berwarna, tidak berasa, tidak mengiritasi, dan tidak berbau. Gas ini dihasilkan melalui pembakaran gas, minyak, petrol, dan bahan bakar padat atau kayu.

Dilansir dari Enviromental Protection Agency United States (EPA US), oksidasi yang tidak sempurna selama pembakaran dalam rentang gas dan pemanas gas atau minyak tanah yang tidak berventilasi dapat menyebabkan konsentrasi CO yang tinggi dalam ruangan.

Penyebab Keracunan Karbon Monoksida

Keracunan karbon monoksida terjadi saat gas ini menumpuk di dalam aliran darah seseorang. Tubuh pun kemudian mengganti oksigen di dalam sel darah merah dengan karbon monoksida.

Gas ini merupakan hasil dari pembakaran bensin, kompor, lentera, alat pemanggang, hingga kompor gas. Apabila seseorang menggunakan berbagai alat tersebut di tempat yang tertutup sebagian atau seluruhnya, konsentrasi gas CO bisa meningkat sehingga membahayakan orang-orang di sekitarnya.

Selain penggunaan alat pembakaran, membakar rokok juga dapat menghasilkan gas CO. Karbon monoksida yang dikandung asap rokok bersifat racun karena menggantikan peran oksigen di dalam darah. Kondisi ini memaksa jantung untuk bekerja lebih keras dan mengganggu kinerja paru-paru.

Gejala Keracunan Karbon Monoksida

Salah satu dampak dari karbon monoksida yang berlebihan adalah sakit kepala. Selain itu, berikut adalah beberapa bahaya karbon monoksida lainnya yang perlu diwaspadai.

  • Merasa lemah
  • Pusing
  • Mual dan muntah
  • Sesak napas
  • Kebingungan
  • Pandangan kabur
  • Hilang kesadaran.

Keracunan gas CO juga bisa sangat berbahaya bagi orang yang sedang tidur atau mabuk. Pasalnya, mereka dapat mengalami kerusakan otak permanen atau bahkan meninggal dunia sebelum orang lain menyadarinya.

Pertolongan Pertama dan Cara Mengatasi Keracunan Karbon Monoksida

Pertolongan pertama dari keracunan gas CO adalah mendapatkan udara segar dan meminta bantuan medis darurat. Saat berada di rumah sakit, berikut sejumlah penanganan yang bisa dilakukan dokter.

  • Menghirup oksigen murni

Pasien diminta untuk menggunakan masker khusus agar dapat menghirup oksigen murni. Dengan demikian, oksigen bisa mencapai organ dan jaringan tubuh.

Namun, jika pasien tidak bisa bernapas sendiri, dokter kemungkinan besar akan menggunakan alat bantu napas ventilator untuk membantu bernapas.

  • Terapi hiperbarik oksigen

Terapi hiperbarik oksigen juga dapat dianjurkan dokter untuk pasien yang keracunan gas CO. Terapi ini dilakukan dengan cara menghirup oksigen murni dalam ruangan khusus, di mana tekanan udara dua sampai tiga kali lebih tinggi dari biasanya.

Terapi hiperbarik oksigen bisa membantu mempercepat penggantian karbon monoksida dengan oksigen di dalam darah.

Dalam kasus yang parah, terapi ini bertujuan untuk melindungi jaringan jantung dan otak yang rentan terhadap cedera akibat keracunan gas karbon monoksida.

Terapi hiperbarik oksigen juga direkomendasikan untuk ibu hamil karena bayi yang belum lahir lebih sensitif terhadap dampak dari keracunan gas tersebut.

Cara Mencegah Keracunan Karbon Monoksida

Beberapa langkah pencegahan yang bisa Anda lakukan agar terhindar dari keracunan gas karbon monoksida.

  • Jangan menyalakan mobil atau truk di dalam garasi, sekalipun Anda membiarkan pintu garasinya terbuka.
  • Jangan membakar apa pun di kompor atau tempat perapian yang tidak memiliki ventilasi.
  • Jangan memanaskan suhu di rumah dengan oven gas.
  • Jangan menggunakan generator, pressure washer (alat pembersih menggunakan air bertekanan tinggi), atau mesin bertenaga bensin apa pun yang berjarak di bawah 6 meter dari jendela, pintu, atau lubang ventilasi.
  • Jangan menggunakan generator, pemanggang arang, kompor kemah, dan alat pembakar bensin atau arang lainnya di dalam rumah, ruang bawah tanah, garasi, atau di dekat jendela.